Hari ini :

Kuasa Hukum Bos Pabrik Penyekap Buruh, Bantah Ada Perampasan Kemerdekaan

Penulis Redaksi V1

Kuasa Hukum Bos Pabrik Penyekap Buruh, Bantah Ada Perampasan Kemerdekaan ​Venomena.com - Terbongkarnya kasus penyekapan buruh pabrik kwali milik Yuki Irawan, di Kampung Bayur Desa Lebak Wangi Kecamatan Tangerang, Jumat (03/05/2013) lalu, merupakan sebuah pabrik pengolahan limbah yang bersifat tradisional.

Menurut penasehat hukum keluarga tersangka, Tety Machyawaty, usaha limbah milik Yuki Irawan ini telah berjalan kurang lebih selama 13 tahun.

Menanggapi beredarnya pemberitaan di media mengenai adanya penyekapan serta tidak diberikan upah layak terhadap para buruh, dibantah tegas oleh Tety.

“Karena keterbatasan, klien kami hanya mampu memberi kompensasi berdasar kesepakatan secara kekeluargaan sebesar Rp600.000 perbulan,” terang Tety kepada wartawan usai meminta perlindungan terhadap anak-anak Yuki Irawan, di Kantor KPAI, Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta, Senin (06/05/2013).

Tety menjelaskan, para buruh pabrik juga diberi fasilitas berupa penginapan, makan 3 kali sehari, diberi rokok, kopi dan minkman.

“Pabrik ini tidak mencari pekerja, karena dikelola sendiri dan tidak membuka lowongan atau perekrutan pekerja,” beber Tety.

Lebih lanjut paparnya, pabrik ini juga berada dilingkungan masyararkat padat penduduk. Tidak mungkin bila terjadi penyekapan atau perbudakan, warga sekitar tidak mengetahui.

Jadi poin penting dalam pasal 333 KUHP tentang perampasan kemerdekaan seseorang, menurut Tety tidak dapat diterapkan.

“Para pekerja masing-masing memiliki alat komunikasi (handphone), penyidik menyita sebanyak 30 buah. Ini bukti tidak ada perampasan kemerdekaan,” tegas Tety. (Redaksi/ANH)

leave a comment

Share

Gunakan akun Facebook untuk komentar

A- A A+